Mari ambil “permata” ramadhan kali ini

By aae • Sep 26th, 2008 • Category: csr

Waktu berjalan terus dan tak mungkin berjalan mundur kembali. Ada sebuah cerita yang sudah sering menjadi materi dalam kultum-kultum saat sholat tarawih di masjid-masjid. Ada tiga orang yang masuk kedalam sebuah lorong gelap. Mereka harus melewati lorong tersebut dan tidak boleh kembali lagi. Sebelum berangkat melewati lorong, mereka sama-sama diberi empat kantong dan di beri pesan bahwa di dalam lorong tersebut ada batu-batu yang menurut kata orang-orang terdahulu batunya bagus-bagus. Berangkatlah mereka bertiga memasuki lorong tersebut.
Orang pertama tidak menghiraukan pesan orang tersebut. Walalupun ditengah jalan dia menginjak batu berkali-kali dia tetap jalan saja hingga ujung lorong. Orang kedua tidak demikian, dia berjalan menelusuri lorong gelap tersebut dan sesekali mengambil batu dan dimasukan dalam kantongnya. Namun hingga ujung lorong kantongnya hanya terisi satu kantong saja. Lain lagi orang ketiga, dia percaya dan dalam perjalanannya selalu berusaha dengan sungguh-sungguh mengambil batu-batu hingga keempat kantongnya penuh.

Setelah sampai di ujung jalan mereka semua pada menyesal semua, apalagi orang pertama karena ternyata batu-batu tersebut adalah batu permata.

Demikianlah, ibarat bulan ramadhan. Dimana didalamnya terdapat barakah, magfirah (ampunan) dan pembebasan dari neraka. Semua amal perbuatan akan dilipatgandakan, apalagi satu malam yang setara dengan seribu bulan yaitu malam lailatul qodar. Kita sebagai orang yang beriman yang diwajibkan untuk berpuasa dan di janjikan pahala yang berlipat di bulan ramadhan ini akan mirip dengan ibarat 3 orang diatas. Kita akan menyesal jika mengetahui begitu besarnya makna hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik waktu ramadhan ini. Sekalipun kita sudah maksimal memanfaatkan kesempatan ini, tentu masih saja akan menyesal karena tidak bisa mencapai yang lebih sempurna, apalagi mereka yang tidak benar-benar memanfaatkannya.

Sudah menjadi tradisi di PT Artho Ageng Energi yaitu setiap tahun mengadakan buka puasa bersama dengan anak-anak yatim piatu dari suatu panti asuhan. Kali ini tepatnya pada tanggal 19 September 2008, AAEnergy mengadakan buka puasa dengan Panti asuhan Asiatong dan Darul Aitam. Tidak seperti sebelumnya, kali ini selain mengundang anak yatim piatu panti asuhan juga mengundang para penyandang cacat dan masyarakat sekitar kantor AAEnergy. Selain berbuka puasa, AAEnergy juga memberi santunan kepada anak-anak yatim panti asuhan dan undangan tersebut. Dengan acara ini diharapkan AAEnergy bisa lebih memberi manfaat bagi masyarakat. Dan dengan acara ini semoga bisa menumbuhkan dan membudayakan kepada staf/karyawan AAEnergy untuk selalu peka dan peduli dengan orang-orang sekitarnya. Sehingga staf/karyawan AAEnergy tidak seperti orang pertama yang menyia-nyiakan ramadhan atau menyiakan-nyiakan hidup didunia ini.

Selain itu dalam acara tersebut juga ada kajian menanti waktu berbuka puasa. Dalam ceramahnya Ustadz Ahmad Baihaqi menjelaskan bahwa bulan ramadhan adalah waktu untuk melihat kebelakang dan kedepan (introspeksi diri). Beliau juga menjelaskan bahwa suatu saat nanti orang yang tidak pernah berinfaq akan menyesal. Disamping itu juga mengajak para hadirin untuk tidak menunda-nunda beribadah dan tidak membuat pembenaran untuk menghindari kebaikan atau mengaitkan kebaikan dengan syarat-syarat tertentu. Setiap ibadah haruslah ikhlas, jangan sampai ibadah hanya ingin dipuji atau untuk berbangga diri karena itu akan menghabiskan pahala amalan ibadah. Dan dalam beribadah haruslah tekun dan istiqomah.

Semoga ramadhan kali ini kita mendapat banyak pahala. Mendapat banyak “batu permata”. (ryz)

Hits: 101



Tagged as: , , ,

Tinggalkan Komentar

Masukan Kode Disamping