Solusi Efisiensi Penggunaan BBM Pada Pembangkit Listrik

By aae • Apr 25th, 2008 • Category: berita

PT. ARTHO AGENG ENERGI (AAE) bekerjasama dengan DIRJEN MIGAS mengadakan SEMINAR “ SOLUSI EFISIENSI PENGGUNAAN BBM PADA PEMBANGKIT LISTRIK” yang diadakan pada Jumat, 18 April 2008 di Hotel Sultan Jakarta. Latar belakang diselenggarakannya acara ini adalah akibat dari tingginya harga minyak dunia dan kepedulian AAE terhadap program nasional tentang efisiensi BBM.

Sampai saat ini sejumlah PLTD di Indonesia dalam pengoperasiannya masih belum menggunakan teknologi hemat BBM. Kondisi itu menyebabkan biaya belanja solar PLN terus membengkak, sejalan dengan terus melambungnya harga minyak. Menurut Komisaris PT. Artho Ageng Energi (AAE) Ir. Budi harjanto, MT, sebenarnya tekanan biaya BBM itu bisa dihindari. Di banyak negara, pengoperasian PLTD sudah menggunakan BBM jenis lain yang lebih murah, yakni Marine Fuel Oil (MFO).

PT. AAE sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energy telah memberikan solusi hemat BBM. PT. AAE telah memiliki alat micronizer CD92MD yang bekerjasama dengan SIT (Schiffs-& Industrie Technik GmbH) Malaysia – Germany. Alat tersebut telah bersertifikat dan dipatenkan. Alat tersebut mampu mendaur ulang sludge (endapan lumpur) menjadi bahan bakar sehingga bisa menghemat energi. “Jika selama ini sludge itu dibuang, tetapi dengan alat tersebut bisa dijadikan bahan bakar kembali,” katanya. Tidak hanya itu saja, masih banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan mengimplementasikan alat ini, diantaranya CD92MD dapat menyempurnakan pembakaran, mereduksi emisi NOx, dapat mengurangi sampah minyak yang berupa sludge dan dapat mengemulsikan mesin dengan air.

Budi Harjanto menegaskan bahwa di Indonesia, penggunaan teknologi semacam itu adalah yang pertama. Meski, Budi mengakui bahwa penggunaan teknologi tersebut terlambat karena seharusnya aplikasi teknologi hemat tersebut sudah bisa diaplikasikan pada tujuh atau sepuluh tahun silam. Menurut Ir. Budi Harjanto, MT ada dua hal mengapa itu terlambat yaitu karena teknologinya tidak diketahui dan juga karena investasinya yang terlalu besar. Investasi besar itu adalah untuk penggantian dari HSD menjadi MFO, kemudian dari MFO nya sendiri.

Dirjen Migas, Luluk Sumiarso menyambut baik dan mendukung penuh solusi yang ditawarkan PT. AAE. Selain Dirjen Migas acara ini juga dihadiri oleh Dirjen LPE, Direktur Luar Jawa, Madura dan Bali PT. PLN (Persero), Direktur Utama PT. PLN (Persero) yang diwakili oleh Bapak Nasri Sebayang dan beberapa General Manager PT. PLN (Persero) seluruh Indonesia serta berbagai pihak yang terkait (Pertamina, PLN Pembangkitan). Semua pejabat yang hadir juga begitu antusias dan mendukung program efisiensi BBM ini melalui alat micronizer. (Ajg)

Hits: 149



Tinggalkan Komentar

Masukan Kode Disamping