HUT AAE ke-4

By aae • Dec 5th, 2008 • Category: berita

Tanggal 1 Desember 2008 adalah hari yang sangat istimewa bagi AAE, karena hari tersebut adalah HUT AAE yang ke-4. Mulai dari pagi hingga sore hari di kantor AAE tampak ramai. AAE sedang merayakan ultahnya. Tampak puluhan karyawan memakai pakaian senam beraneka warna yang berbaur dengan karyawan lain yang memakai seragam biru. Sebelum acara puncak dimulai, karyawan AAE melakukan senam bersama yang dilanjutkan dengan lomba senam.

Setelah acara puncak dibuka oleh pembawa acara Dwi dan Tedy, Ir. Budi Harjanto, MT selaku komisaris PT Artho Ageng Energi dipersilakan menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa cita-cita besar AAE adalah menjadi world class company. Di tahun 2009 AAE harus menjadi regional bisnis yaitu mengembangkan bisnis di berbagai daerah di Indonesia. Tahun 2012 AAE harus menjadi global bisnis, yaitu bisnis AAE harus mencapai ke tingkat Asia Pasifik dan bisnis AAE tidak hanya berkaitan dengan pelayanan teknik saja tetapi juga sektor lain. Tahun 2020 AAE harus menjadi beyond energy bisnis.

Untuk itu karyawan AAE harus memiliki sikap yang professional. Beliau menyebutkan beberapa ciri orang professional, yaitu : menguasai terhadap bidang kerjanya; selalu bekerja keras dan selalu belajar terus; memiliki semangat/antusiame yang tinggi; selalu menjadi problem solver; bekerja dengan sungguh-sungguh; memiliki loyalitas yang tinggi; memiliki integritas dan selalu bermental positif.

Dalam acara ultah AAE ini, panitia mengundang Maz Inung Nugroho (Maz Inung) seorang wartawan SBS Radio Australia untuk menjadi pembicara dalam acara ultah AAE yang ke-4 ini. Dalam acara tersebut dipandu oleh Ir. Dandy Prihandono, M.Eng selaku Direktur PT. Bekade Prima Energi. Maz Inung memang tidak memiliki fisik seberuntung manusia pada umumnya, namun prestasi Maz Inung lebih banyak daripada manusia pada umumnya. Dalam memulai bercerita, Maz Inung mengatakan bahwa “Kebangkitan adalah Jiwaku”. Kalimat itulah kiranya yang selalu memberi semangat sang Juara Tenis Kursi Roda Texas Open USA pada tahun 1997 silam itu.
{mosimage}
Dalam penuturannya, bahwa semua dimulai dengan penegakan harga diri. Harga diri harus dibangun dimulai oleh diri pribadi. Ketua LSM Patriot Indonesia tersebut mengisahkan sejak berumur 1,5 tahun diserang penyakit folio hingga dikala sekolah SD harus memakai tongkat penyangga. Dikala remajanya beliau harus meninggalkan rumah, guna mencari siapa Tuhannya. Dan tatkala sebelum berumur 26 tahun beliau telah menemukan makna hidupnya setelah mengalami kecelakaan kendaraan. Kala itu orang-orang yang dalam satu kendaraan dengannya meninggal dunia semua. Akibat kecelakaan itu mengharuskan mantan pelatih Paduan Suara Universitas Trisakti tersebut memakai kursi roda hingga sekarang.

Kecelakaan tersebut merupakan titik tolak bagi anggota Acean Pacific Broadcaster (APJ) tersebut dalam menjalani hidupnya. Sejak itu Maz Inung selalu bertekad bahwa sebagian sisa hidupnya akan dipergunakan untuk kepentingan orang banyak. Segala fisiknya dilatih sedemikian hingga mendapatkan segudang prestasi, dengan harapan apa yang dia lakukan dapat berguna bagi orang lain dan dapat meningkatkan harga dirinya. Hal tersebut senada dengan semangat AAE yang berusaha untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat dengan beyond energy-nya.

Tak lupa pria yang pernah meraih Juara II Lomba Grafis PPKJ di Jakarta pada tahun 1977 tersebut memberikan semangat bahwa dalam hidup harus memiliki semangat untuk memberi…memberi…dan memberi…. Bagaimana mungkin mendapatkan banyak jika tidak mau memberi banyak?

Dalam penyampaian cerita-cerita motivasi, Maz Inung sesekali membawakan lagu-lagu yang menggugah semangat karyawan AAE. Sesekali memimpin meneriakan yel-yel AAE, yang di ikuti oleh karyawan AAE. Suara karyawanpun bergema mengisi ruangan lobi AAE. Suasana lebih meriah dengan diiringi music yang dibawakan oleh tiga pemain pria yang masih muda berpakaian ala Bali dengan ciri khas kain kotak-kotak putih hitam dan berikat kepala.

Dalam akhir pembicaraannya, pria yang bekerja di SICA ( Subud International Culture Assosciation) tersebut mengingatkan bahwa untuk menjadi manusia berkelas dunia maka kita harus membangun diri kita sendiri dan itu tidak instant melainkan perlu proses. Namun waktu yang diberikan kepada manusia tidaklah lama ibaratnya pepatah jawa “urip mung mampir ngombe” ( hidup hanya sekedar singgah untuk minum ). Oleh karena itu Maz Inung berpesan untuk “memperpanjang” hidup haruslah banyak mengikuti kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
{mosimage}
Kita harus malu karena kita masih memiliki prestasi yang jauh lebih sedikit dari Maz Inung. Penulis menghitung sederet penghargaan untuk Maz Inung baik tingkat Nasional maupun International ada lebih dari 20 penghargaan, rata-rata juara I dan II (Runner-up). Namun kita tidak cukup hanya dengan memiliki rasa malu, tetapi kita harus mencontoh dan iri atas semangatnya untuk selalu berprestasi.

Mengenai prestasi, Komisaris AAE Ir. Budi Harjanto, MT dalam kesempatan lain mengungkapkan bahwa karyawan AAE harus selalu breprestasi, tiada hari tanpa berprestasi. Dan semangat berprestasi tersebut kini telah digelorakan di AAE. Hal tersebut terbukti dengan adanya pemilihan The Best Colleaguea, The Best Unit dan The Best Supervisor beberapa waktu yang lalu. Dari segi perusahaan sendiri, AAE sudah pernah mendapatkan anugrah Juara II Pelayanan Teknik Terbaik se-Indonesia tahun 2005, Pemenang IBM IT Makeover Challenges tahun 2006 dan Mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2000 tentang manajemen mutu pelayanan.

Sebelum acara diakhiri, panitia memutar film berisi album kegiatan AAE selama ini. Kemudian dilakukan pelepasan 4 merpati dan balon udara yang mebawa tulisan pesan dan harapan karyawan AAE. Dan tak lupa juga di adakan pembagian hadiah kepada Juara lomba tenis meja AAE dan juga diadakan launching AAMedia. Kemudian para pimpinan (BOD) AAE melakukan pemotongan kue bersama. Acara ultah AAE diakhiri dengan do’a dan ramah-tamah serta makan bersama.

Banyak hal yang harus disyukuri kepada Allah Swt. Dalam waktu yang relatif singkat ( empat tahun) ini sudah banyak yang diraih AAE. Banyak apa yang dicita-citaka dulu kini terwujud. Contohnya dulu yang hanya berkantor di ruko, kini sudah berganti ke Gedung yang cukup besar dan megah dan masih banyak hal lain. Di tahun yang ke-4 ini, ibarat manusia AAE sudah mulai bisa berlari. AAE pun juga harus mulai “berlari” untuk “mengejar” cita-cita AAE: menjadi world class company. Semoga !

Hits: 71



Tagged as: , ,

Tinggalkan Komentar

Masukan Kode Disamping